PERMASALAHAN KEHIDUPAN

Atik Rodiawati, S.Pd
17709251025
PPS Pendidikan Matematika 2017

Tulisan ini adalah refleksi dari perkuliahan Filsafat Ilmu pertemuan pertama pada tanggal 21 September 2017 di ruang I.02.4.01.02 bersama Prof. Dr. Marsigit, M.A. Pertemuan diawali dengan Pak Marsigit meminta masing-masing dari mahasiswa membuat daftar pertanyaan. Daftar pertanyaan tersebut berisi 5 pertanyaan tentang permasalahan kehidupan. Inilah lima daftar pertanyaan yang dijawab oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Daftar pertanyaan pertama diberikan oleh Harry. Pertanyaan pertama diajukan oleh Harry yaitu “Bagaimana cara agar kita dapat fokus dalam menjalani hidup?”. Beginilah jawaban Pak Marsigit. Kita sesungguhnya juga membutuhkan tidak fokus karena fokus dan tidak fokus sama-sama bagian dari Filsafat. Fokus itu tersusun dari tidak fokus menuju ke sangat fokus. Misalnya, jika kita akan tidur maka kita tidak memerlukan fokus. Dan tentu saja fokus itu penting, contohnya mahasiswa membutuhkan fokus untuk dapat menjalani perkuliahan. Sebenar-benar hidup adalah antara tidak fokus sampai sangat fokus. Pak marsigit menilai bahwa pertanyaan ini tidak adil karena kita juga memerlukan pertanyaan tentang, “Bagaimana cara agar kita tidak fokus dalam kehidupan?”. Pertanyaan kedua dari Harry adalah “Bagaimana tips agar tidak menunda pekerjaan?”. Beginilah jawaban pak Marsigit. Sesungguhnya kita juga memerlukan untuk menunda pekerjaan. Oleh sebab itu, manusia harus adil terhadap dirinya sendiri yang dimulai dari adil terhadap perasaan, pikiran, dan hatinya.
Pertanyaan ketiga dari Harry adalah “ Bagaimana cara belajar yang efektif?”. Masih dengan jawaban yang sama bahwa manusia juga memerlukan ketidakefektifan dalam hidupnya. Efektif dan efisien adalah ilmu perdagangan dengan prinsip ekonomi mengeluarkan yang sekecil-kecilnya untuk mendapatkan yang sebesar-besarnya.  Sedangkan dalam kehidupan, kita semestinya berlaku adil bahwa ada saatnya kita berlaku efektif dan berlaku tidak efektif. Pertanyaan keempat dari Harry “Bagaimana tips agar selalu bahagia dalam menjalani kehidupan?”. Pak marsigit mengomentari tentang hal ini bahwa sesungguhnya semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini perlu dipandang secara seimbang. Misalnya, ketika mengerjakan soal Matematika, saat siswa mengerjakan soal namun salah, sesungguhnya salah itu penting bagi siswa karena bagian dari proses menuju benar. Pertanyaan terakhir dari Harry adalah “Bagaimana cara bersyukur?”. Menurut Pak Marsigit cara bersyukur adalah dengan berdoa.
Daftar pertanyaan kedua yang dijawab oleh Pak Marsigit adalah pertanyaan dari saudara Syaiful. Pertanyaan pertama “Bagaimana menjadi orang yang giat?”. Giat dalam hal yang positif itu penting namun giat dalam hal yang tidak baik harus dihindari. Jadi kita harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Pertanyaan kedua “Bagaimana cara merendahkan hati?”. Cara merendahkan hati adalah dengan bersyukur, ikhlas dan berdoa. Pertanyaan ketiga “Bagaimana cara menguatkan iman?”. Kita harus peka terhadap iman yang kita miliki. Pertanyaan keempat “Bagaimana cara menyikapi lingkungan?”. Caranya adalah dengan menjadi bagian dari lingkungan itu.
Daftar pertanyaan ketiga diajukan oleh Frenti. Pertanyaan pertama adalah “Bagaimana cara menjadi bahagia?”. Cara berbahagia adalah dengan menyadari dan bersyukur atas apa yang dimiliki. Pertanyaan kedua adalah “Bagaimana cara mandiri mengelola keuangan?”. Mandiri adalah profesional dan mampu untuk mengatur segala sesuatunya baik dengan diri sendiri atau dengan orang lain. Pertanyaan ketiga adalah “Bagaimana cara mendapatkan jodoh yang baik?”. Jodoh yang baik adalah jodoh yang direstui oleh orang tua dan kita ikhlas menerimanya. Pertanyaan keempat ialah “Bagaimana cara mewujudkan mimpi menjadi seorang traveler?”. Mimpi ini adalah mimpi dalam jangka waktu pendek, sehingga akan lebih baik jika mimpi diperpanjang menjadi mimpi jangka panjang.
Daftar pertanyaan keempat diajukan oleh Rahmadewi. Pertanyaan pertama adalah “Bagaimana caranya agar tidak dicap kacang lupa kulit?. Tidak ada artinya cap dalam pandangan manusia. Pertanyaan kedua adalah “Apakah sebenarnya tujuan hidup yang kita kejar”. Tujuan hidup yang kita kejar adalah menggapai ridho dan rahmat Tuhan. Pertanyaan ketiga adalah “Siklus manusia diawali dari muda hingga dewasa, bagaimana kita menyikapi masa tua”. Cara menjalani hidup adalah dengan menjalani saja dengan mengembangkan potensi fatal dan potensi vital. Potensi fatal adalah potensi takdir sedangkan potensi vital adalah potensi ikhtiar. Pertanyaan keempat “Apakah benar ada reinkarnasi dalam hidup manusia?”. Reinkarnasi adalah menemukan diri kembali pada putaran waktu siklik. Oleh karena itu, semua yang dilakukan manusia saat ini menentukan apa yang akan dilakukan oleh generasi seterusnya. Pertanyaan kelima adalah “Apa yang harus dilakukan jika kenyataan tidak sesuai dengan rencana?”. Ini artinya ada kekurangan pada rencana kita.
Daftar pertanyaan kelima diajukan oleh Habibullah. Pertanyaan pertama adalah “Kenapa rezeki saya tidak selancar rezeki teman-teman saya?”. Hal ini menyangkut persepsi. Oleh karena itu, sebagai manusia kita wajib bersyukur dengan apa yang sudah Allah berikan. Pertanyaan kedua adalah “ Apakah setelah perkuliahan S2 saya akan mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan?”. Bekerja atau tidak bekerja tergantung dari kreatifitas diri kita sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DI BALIK PERKIRAAN MANUSIA

KECERDASAN REDUKSI

TOKOH FILSAFAT